NTT-Kefamenanu, Senin 15 September 2025. Suasana penuh kebersamaan tampak di Desa Popnam, Kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, saat personel Koramil 1618-01/Miotim bersama masyarakat dan perangkat desa melaksanakan kerja bhakti pembangunan Gereja Stasi Santo Petrus Oeme’u Paroki Noemuti. Kehadiran TNI dalam kegiatan ini menjadi simbol nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan hanya slogan, tetapi diwujudkan langsung melalui tindakan nyata.
Dengan penuh semangat, para personel Koramil 1618-01/Miotim bahu-membahu bersama warga, mengangkat material bangunan, mencampur semen, hingga melakukan pengecoran tiang-tiang gereja. Peluh yang menetes tidak menyurutkan semangat kebersamaan, justru menambah rasa persaudaraan yang kian erat antara TNI dan masyarakat.
Kehangatan terpancar ketika prajurit dan masyarakat saling bersenda gurau, seakan tidak ada sekat di antara mereka. Gotong royong tersebut mencerminkan kekuatan persatuan yang selalu menjadi ciri khas bangsa Indonesia Khususnya Kab. TTU.,
Secara Terpisah Danramil 1618-01/Miotim, Mayor Inf. Ery Natan M. Ninu, S.Pd., menegaskan bahwa kerja bhakti ini adalah bagian dari wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat. “Kehadiran kami di tengah warga bukan hanya untuk mendampingi, tetapi ikut bergotong royong dalam pembangunan. Inilah bentuk kebersamaan yang harus terus dijaga,” ungkapnya.
Sementara itu, Romo Gereja Stasi Santo Petrus Oeme’u, Romo Yunus Sirilus Bo’u, PR., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas keterlibatan TNI, khususnya jajaran Kodim 1618/TTU. Ia menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bukti nyata kepedulian TNI terhadap umat dan masyarakat. “Atas nama seluruh jemaat, saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dandim 1618/TTU beserta seluruh personel yang dengan tulus meluangkan waktu, tenaga, dan hati dalam membantu pembangunan gereja ini,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan TNI bukan hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat umat. “TNI hadir sebagai sahabat dan saudara. Kehadiran mereka memberi energi baru bagi jemaat kami,” kata Romo dengan penuh syukur.
Tak ketinggalan, Kepala Desa Popnam, Bapak Rius Tiser., menuturkan rasa bangganya. Ia menilai bahwa kerja bhakti bersama TNI ini menjadi teladan nyata tentang pentingnya kebersamaan. “Apa yang dilakukan hari ini menunjukkan bahwa membangun desa tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus dengan persatuan. TNI sudah memberi contoh terbaik,” ucapnya dengan optimis.
Warga Desa Popnam pun menyambut baik langkah tersebut. Mereka merasa lebih dekat dengan TNI, bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dalam pembangunan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat dianggap sebagai bentuk perhatian yang tulus, sehingga menumbuhkan rasa aman dan percaya.
Melalui kerja bhakti ini, Koramil 1618-01/Miotim kembali menegaskan peran TNI sebagai bagian dari rakyat. Pembangunan gereja menjadi momentum yang sarat makna, sebuah kebersamaan yang tidak hanya membangun rumah ibadah, tetapi juga memperkokoh persaudaraan dan solidaritas demi terciptanya masyarakat yang harmonis dan sejahtera di Kabupaten TTU.
(PENDIM 1618/TTU)
No comments yet.