MANGGARAI BARAT – Gemuruh sukacita dan aura khidmat menyelimuti Gereja Paroki Santa Teresa Calcuta Datak, Desa Goloronggot, Kecamatan Welak, pada Selasa (30/9/2025). Ribuan wajah umat Katolik tumpah ruah merayakan momen bersejarah: 25 tahun Pesta Perak Paroki yang semakin spesial dengan kehadiran agung Uskup Keuskupan Labuan Bajo.
Perayaan seperempat abad pelayanan paroki ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan simbol kuatnya iman dan persatuan komunitas. Setidaknya 500 umat hadir, menjadikan hari itu sebagai puncak syukur sekaligus refleksi atas perjalanan panjang paroki dalam melayani masyarakat Manggarai Barat.
Di tengah lautan massa yang antusias, stabilitas dan ketertiban menjadi kunci. Di sinilah peran Babinsa Koramil 1630-02/Lembor mengambil alih panggung non-seremonial. Dipimpin oleh Sertu Ketut Mertada, para prajurit TNI ini turun langsung, membentuk pagar pengamanan yang tak terlihat namun terasa.
Kehadiran aparat membuat ribuan umat merasa tenang dan terjamin, memungkinkan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan. Babinsa bukan hanya mengamankan jalur lalu lintas, melainkan menegaskan bahwa mereka adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat.
“Kami selalu siap hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan pertahanan dan keamanan, tapi juga mendukung kegiatan sosial keagamaan yang mempererat persaudaraan,” ujar Sertu Ketut Mertada, menjabarkan filosofi TNI Manunggal dengan Rakyat dalam konteks nyata.
Kunjungan pastoral Uskup di perayaan Pesta Perak ini menjadi simbol penguatan spiritual bagi umat. Namun, cerita utama dari Datak hari itu adalah tentang bagaimana sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat berhasil menciptakan sebuah perayaan yang meninggalkan kesan mendalam.
Perayaan 25 tahun Paroki Santa Teresa Calcuta Datak membuktikan satu hal: bahwa kerukunan dan persaudaraan sejati adalah fondasi utama yang tak tergoyahkan untuk membangun kehidupan bersama yang harmonis di Manggarai Barat.
No comments yet.