NTT-Kefamenanu, Minggu 05 Oktober 2025., Dalam suasana penuh khidmat dan kebanggaan, Kodim 1618/TTU melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar di Lapangan Upacara Makodim 1618/TTU, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kefamenanu Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara. Upacara yang berlangsung pada Minggu pagi, ini menjadi momen refleksi dan penghormatan terhadap perjalanan panjang pengabdian TNI kepada bangsa dan negara.
Dengan mengusung tema TNI PRIMA – TNI RAKYAT – INDONESIA MAJU, kegiatan ini diikuti oleh seluruh Prajurit, ASN Kodim 1618/TTU, dan Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIX Dim 1618., Yang Bertindak sebagai Inspektur Upacara Kasdim 1618/TTU Mayor Inf Nur Marsudi, Komandan Upacara Kapten Inf Ferdinandus Kuabib, dan Perwira Upacara Kapten Inf Agus Da Costa, S.H., Jalannya upacara berlangsung tertib, penuh semangat nasionalisme, dan diwarnai rasa bangga atas jati diri TNI sebagai garda terdepan penjaga keutuhan NKRI.
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, disampaikan bahwa tema tahun ini mencerminkan jati diri TNI yang Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif (PRIMA), “TNI adalah milik rakyat dan lahir dari rakyat. Di mana pun prajurit bertugas, semangat pengabdian kepada rakyat tidak boleh luntur. Bersama rakyat, TNI kuat dan Indonesia akan maju,” tegasnya dalam amanat yang menggugah semangat seluruh peserta upacara.
Lebih lanjut, Panglima TNI menegaskan bahwa di tengah perubahan lingkungan global yang dinamis, TNI harus senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme, baik dalam penguasaan teknologi, peningkatan Alutsista, maupun pembinaan sumber daya manusia. TNI juga dituntut untuk selalu adaptif dalam menghadapi tantangan multidimensi, tanpa kehilangan jati dirinya sebagai tentara rakyat. “Setiap prajurit harus bijak menyikapi informasi, tidak mudah terhasut, dan tetap menjaga soliditas serta kemanunggalan dengan rakyat,” lanjutnya.
Amanat tersebut juga menegaskan empat hal penting bagi seluruh prajurit dan PNS TNI, memperkokoh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mempererat soliditas dan kemanunggalan TNI-rakyat, berhati-hati dalam menggunakan media sosial, serta melaksanakan setiap tugas dengan tulus dan ikhlas demi kepentingan bangsa dan negara. Nilai-nilai tersebut menjadi penuntun moral bagi seluruh personel TNI agar senantiasa berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
Menutup jalannya upacara, Kasdim 1618/TTU Mayor Inf Nur Marsudi menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada seluruh prajurit atas semangat serta dedikasi dalam menjalankan tugas pengabdian. “TNI tetap menjadi kebanggaan rakyat, benteng terakhir negara, dan simbol kesetiaan terhadap NKRI. Mari kita jaga kehormatan ini dengan terus berbuat terbaik, tulus, dan ikhlas,” ujarnya penuh semangat. Upacara HUT TNI ke-80 tahun ini tidak hanya menjadi peringatan, tetapi juga peneguhan komitmen bahwa TNI dan rakyat adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan untuk Indonesia yang maju dan bermartabat.
(PENDIM 1618/TTU)
No comments yet.