NTT – Sumba Timur. Hama burung menjadi salah satu ancaman serius bagi para petani padi, terutama saat padi mulai berbuah hingga masa panen. Jenis burung seperti burung pipit dan burung gereja sering kali menyerang tanaman padi, mengakibatkan penurunan hasil panen yang signifikan.
Mengatasi permasalahan ini, Babinsa Koramil 02/Rindi Umalulu jajaran Kodim 1601/Sumba Timur, Sertu Syamsurijal, turun langsung membantu para petani di Desa Wanga, Kecamatan Rindi Umalulu, Kabupaten Sumba Timur. Ia bersama petani bergotong royong mengusir burung-burung yang meresahkan, khususnya pada area sawah di hamparan Desa Wanga, pada Minggu (12/10/2025)
Menurut Sertu Syamsurijal, beberapa metode sederhana namun efektif digunakan untuk mengusir burung. Metode tersebut meliputi pembuatan orang-orangan, pemasangan umbul-umbul, membunyikan kaleng, dan menggantung plastik kresek di sekitar sawah.
“Cara ini cukup efektif karena burung cenderung menghindari warna mencolok dan bunyi-bunyian yang mengganggu. Dengan langkah-langkah ini, kami berharap hasil panen para petani dapat maksimal,” Ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa selain burung, sawah sering kali menghadapi serangan hama lain seperti tikus, wereng, dan ulat. Namun, hama burung dianggap yang paling mengkhawatirkan menjelang panen,jelasnya.
(Pendim 1601/ST)
No comments yet.