Tabanan – Pgs Pasiops Kodim 1619/Tabanan Kapten Cke Gede Resmanto mewakili Dandim Letkol Inf Trijuang Danarjati, S.A.P., M.I.P., menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Penyusunan Rencana Kontijensi Bencana Gempa Bumi Kabupaten Tabanan Tahun 2026–2028 di ruang rapat Utama Jayaning Singasana Kantor Bupati Tabanan, Desa Delod Peken, Kec. Tabanan Selasa (4/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda Tabanan, perwakilan BPBD Provinsi Bali, TNI–Polri, Dinas terkait, serta relawan dan akademisi yang tergabung dalam forum pengurangan risiko bencana. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi antarinstansi dalam penyusunan rencana kontijensi menghadapi potensi bencana gempa bumi, sebagai salah satu ancaman utama di wilayah Kabupaten Tabanan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapten Cke Gede Resmanto menyampaikan bahwa keikutsertaan Kodim 1619/Tabanan merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung upaya pemerintah daerah untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana di wilayah.
“Kodim 1619/Tabanan siap mendukung penuh langkah-langkah yang disusun dalam rencana kontijensi ini, terutama dalam aspek koordinasi lintas sektor, pengamanan wilayah, serta bantuan evakuasi dan logistik apabila terjadi bencana. Kami berharap hasil dari FGD ini dapat menjadi pedoman bersama dalam mempercepat respons dan meminimalkan dampak korban,” ucap Kapten Cke Gede Resmanto.
Selain itu, ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk meningkatkan sinergitas antara aparat kewilayahan dengan instansi penanggulangan bencana, sekaligus memperkuat kesiapan personel TNI dalam mendukung operasi kemanusiaan di masa darurat.
FGD yang berlangsung selama satu hari tersebut menghasilkan beberapa poin strategis, antara lain pembagian peran lintas instansi, pembaruan data rawan bencana, hingga simulasi skenario penanganan gempa bumi yang berpotensi berdampak pada infrastruktur vital dan permukiman warga.
Sebagai penutup, Kapten Cke Gede Resmanto menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Tabanan atas inisiatif mengadakan kegiatan ini serta mengajak seluruh unsur untuk tetap menjaga komitmen, kesiapsiagaan, dan semangat gotong royong dalam menghadapi ancaman bencana alam.
“Bencana tidak bisa kita hindari, tapi dengan persiapan yang baik dan kerja sama yang solid, kita bisa mengurangi dampaknya bagi masyarakat,” pungkasnya.
No comments yet.