JEMBRANA – Dalam semangat gotong royong yang kuat dan kesiapan menghadapi potensi cuaca ekstrem, aparat keamanan dan Pemerintah Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, menggelar Karya Bakti Bersama yang berfokus pada pencegahan banjir. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis, 13 November 2025 ini menjadi langkah proaktif lintas instansi untuk melindungi seluruh wilayah desa dari dampak hujan deras yang belakangan ini mengancam.
Pusat kegiatan Karya Bakti hari itu dipusatkan di Banjar Melaya Tengah, namun gaung semangat kebersamaan ini menyebar ke seluruh Banjar-Banjar di Desa Melaya. Fokus utama adalah pembersihan drainase, saluran air, dan lingkungan sekitar dari segala bentuk sumbatan, baik sampah maupun sedimen, yang menjadi pemicu utama genangan hingga banjir saat intensitas hujan meningkat.
Kekuatan Solidaritas Tiga Pilar
Kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari sinergi tiga pilar penting di tingkat desa/kecamatan, yaitu TNI, Polri, dan Pemerintah Desa, yang didukung penuh oleh masyarakat. Kehadiran tokoh-tokoh penting dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen yang serius terhadap keselamatan warga:
Kapten Inf I Kt Widiana, selaku Danramil 1617-03/Melaya, memimpin anggota TNI di lapangan.
• AKP I Ketut Sukadana S.H., Kapolsek Melaya, turut hadir bersama jajaran anggota kepolisian.
• Perbekel Desa Melaya hadir bersama staf desa, memastikan koordinasi dengan perangkat kewilayahan berjalan lancar.
• Tak ketinggalan, Kepala Kewilayahan Banjar Melaya Tengah dan ratusan masyarakat dari Banjar Sumbersari dan sekitarnya.
Total peserta yang terlibat dalam aksi bersih-bersih lingkungan ini mencapai kurang lebih 50 orang, berbaur menjadi satu, mengangkat lumpur, memotong ranting, dan membersihkan parit-parit.
Komitmen Bersama Menghadapi Ancaman Alam
Danramil 1617-03/Melaya, Kapten Inf I Kt Widiana, dalam keterangannya, menegaskan bahwa Karya Bakti ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh. “Kami bergerak cepat. Melihat perkembangan cuaca ekstrem yang kerap terjadi, langkah pencegahan melalui pembersihan lingkungan adalah prioritas. Sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat adalah kunci untuk mitigasi bencana yang efektif,” ujarnya.
Senada dengan Danramil, Kapolsek Melaya, AKP I Ketut Sukadana S.H., menambahkan bahwa keterlibatan Polri adalah bagian dari tugas kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat. “Keamanan bukan hanya soal kriminalitas, tapi juga keamanan dari ancaman bencana alam. Dengan parit yang bersih dan lingkungan yang terawat, kita meminimalisir risiko yang mengancam keselamatan dan harta benda warga,” jelas beliau.
Perbekel Desa Melaya mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi yang terjalin harmonis ini. “Semangat gotong royong hari ini luar biasa. Ini membuktikan bahwa ketika masyarakat, TNI, dan Polri bersatu, tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi. Kami mengajak seluruh warga Desa Melaya untuk menjadikan kegiatan ini sebagai inspirasi agar terus menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dan berkala,” pesannya.
Aksi gotong royong ini berlangsung dalam suasana yang tertib dan lancar. Keberhasilan kegiatan Karya Bakti ini tidak hanya tercermin dari bersihnya saluran air di Banjar Melaya Tengah, tetapi juga dari semakin eratnya tali silaturahmi serta kesadaran kolektif warga Desa Melaya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengantisipasi bencana alam.
No comments yet.