Boawae, Nagekeo — Upaya pemenuhan gizi bagi anak sekolah dan balita di wilayah Kabupaten Nagekeo kembali mendapat dukungan penuh dari unsur TNI, khususnya Koramil 1625-03/Boawae. Pada Kamis, 4 Desember 2025, Praka Dito Eky Romadhoni melaksanakan pendampingan dalam Operasional Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar di sejumlah lembaga pendidikan dan posyandu di Kecamatan Boawae.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 Wita, melibatkan Yayasan Alphard Graha Titian Harapan Ibu sebagai penyelenggara utama program. Pelaksanaan SPPG ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan mitra sosial untuk menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas gizi anak sejak usia dini.
Program ini dipimpin oleh KSPPG Andrian Lukas Ndjalung, S.Tr.Ak, didampingi Ahli Gizi Yuliana Sunsari Ia Mite, Amd.Gz, Akuntan Maria Florentina Beo, S.Ak, serta Asisten Lapangan Bonefasius Vitalis Siwan. Seluruh tim bekerja sama memastikan kelancaran distribusi serta pengecekan data penerima program.
Dalam kegiatan ini, total 1.591 porsi makanan bergizi berhasil dibagikan kepada siswa tingkat TK, SD, SMP, serta kelompok balita dan ibu di posyandu. Distribusi dilakukan menggunakan dua unit kendaraan operasional, memastikan seluruh titik dapat dijangkau tepat waktu.
Rinciannya, porsi dibagikan kepada:
-
TK: 85 porsi
-
SD: 625 porsi
-
SMP: 787 porsi
-
Posyandu: 55 porsi
Setiap menu terdiri dari nasi putih, telur kare, sayur tumis kol dan labu, kacang buncis, serta buah anggur sebagai pelengkap. Menu ini disusun oleh ahli gizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak dan balita secara seimbang.
Sejumlah sekolah yang menjadi sasaran antara lain:
-
TK St. Yoseph (10 siswa, 2 guru)
-
TK Wolowawo (12 siswa, 3 guru)
-
TK Tunas Harapan (67 siswa, 5 guru)
-
TK Nagesaphadi (10 siswa, 3 guru)
-
TK Arcangela Olakile (12 siswa, 3 guru)
-
SDK Olakile (133 siswa, 11 guru)
-
SDK Natanage (198 siswa, 15 guru)
-
SDK Boawae (110 siswa, 12 guru)
-
SDK Nagesapahdi (134 siswa, 12 guru)
-
SMP Kotagoa (743 siswa, 42 guru)
Sedangkan untuk posyandu, pembagian dilakukan di Malatute, Wolowawo, dan Olakile yang melibatkan balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta kader kesehatan di masing-masing lokasi.
Dalam laporan kegiatan, tercatat satu catatan khusus: tiga siswi dari SDK Boawae tidak mengkonsumsi makanan bergizi yang disediakan, karena pihak orang tua merasa khawatir anak-anak akan sakit perut setelah mengonsumsi menu tersebut. Situasi ini telah dicatat untuk ditindaklanjuti oleh petugas SPPG guna memberikan edukasi lebih lanjut kepada para orang tua.
Sepanjang kegiatan, pendampingan oleh Praka Dito berjalan aman dan tertib. Meski cuaca mendung, seluruh rangkaian acara dapat dilaksanakan sesuai rencana. Dalam laporan resmi, situasi umum dinyatakan aman dan kondusif, dengan tidak ditemukan gangguan (hal-jol nihil).
Kegiatan SPPG di Kecamatan Boawae ini kembali menunjukkan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan lembaga sosial dalam upaya meningkatkan gizi masyarakat. Pendampingan Babinsa tidak hanya memastikan kelancaran teknis, tetapi juga memberi rasa aman kepada masyarakat selama proses distribusi berlangsung.
No comments yet.