Bolo _ Pada hari Sabtu, 06 Desember 2025, terjadi aksi pemblokiran jalan oleh keluarga korban terkait perkelahian pelajar SMA di Jalan Lintas Provinsi Bima–Sumbawa, tepatnya di depan Cabang Darusalam Desa Darusalam, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Aksi yang dipimpin oleh Iksan alias Bule tersebut melibatkan sekitar 20 orang massa yang menuntut penangkapan pelaku pemukulan terhadap salah satu warga Desa Darusalam bernama Sahrul SH, 20 tahun. Massa memblokir jalan menggunakan balok kayu dan membakar ban bekas untuk menarik perhatian aparat penegak hukum.
Tuntutan massa aksi berfokus pada desakan agar pihak Kepolisian segera menangkap pelaku pemukulan yang diketahui bernama Anton, 31 tahun, warga Desa Sanolo Kecamatan Bolo. Keluarga korban menyatakan tidak akan membuka blokade jalan sebelum pelaku diamankan. Situasi awal sempat memanas karena massa menilai belum ada tindakan konkret dari aparat Kepolisian meskipun telah dilakukan komunikasi di lokasi kejadian.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Babinsa Desa Darusalam, Sertu Ikias, tiba di lokasi untuk melakukan pendekatan persuasif,di susul anggota Polsek Bolo yang dipimpin AKP Nurdin bersama tiga personel Koramil 1608-02/Bolo. Aparat mengimbau massa agar tidak melakukan tindakan yang mengganggu arus lalu lintas dan menjamin bahwa proses penangkapan pelaku sedang dilakukan. Meski demikian, massa tetap bersikeras melanjutkan pemblokiran hingga adanya kepastian hukum dari pihak berwenang.
Situasi baru mulai mereda setelah Waka Polres Kabupaten Bima, Kompol Saogi, bersama anggota Dalmas tiba di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan. Setelah melalui dialog intensif, Kepolisian memastikan bahwa pelaku telah berhasil diamankan. Mendengar hal tersebut, massa akhirnya sepakat membuka blokade jalan pada pukul 12.47 Wita dan arus lalu lintas kembali normal.
TNI dari Koramil 1608-02/Bolo bersama aparat Kepolisian turut mengamankan situasi pasca kejadian. Babinsa Desa Darusalam melakukan penggalangan kepada keluarga korban untuk mencegah aksi pemblokiran lanjutan yang dapat merugikan masyarakat pengguna jalan. Berkat kerja sama dan respons cepat TNI–Polri, situasi dapat dikendalikan, dan keamanan di wilayah Kecamatan Bolo kembali kondusif.
No comments yet.