BULELENG – Suasana khidmat menyelimuti Banjar Dinas Goris, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, pada Rabu pagi (14/01/2026). Ribuan krama (warga) dari dua desa adat, yakni Desa Adat Pejarakan dan Desa Adat Sumberkima, tumpah ruah mengikuti ritual Mendak, yang merupakan bagian penting dari rangkaian Upacara Piodalan di Pura Dalem setempat.
Untuk memastikan kelancaran prosesi sakral tersebut, Babinsa Pejarakan, Sertu I Wayan Satriasa, hadir di tengah-tengah masyarakat guna melaksanakan pengamanan melekat. Tidak sendirian, sinergi di lapangan terlihat apik dengan kolaborasi antara TNI, Polri, dan unsur pengamanan adat.
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 10.00 WITA ini menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat. Ritual Mendak sendiri merupakan prosesi penjemputan Ida Bhatara atau kekuatan suci manifestasi Tuhan, yang kemudian akan distanakan di Pura Dalem selama upacara Piodalan berlangsung.
Hadir dalam kegiatan tersebut tokoh-tokoh penting dari kedua desa, di antaranya:
Perbekel Desa Pejarakan dan Sumberkima yang memberikan dukungan penuh secara administratif.
Klian Desa Adat Pejarakan dan Sumberkima selaku pimpinan adat.
Para Jro Mangku Kayangan Tiga yang memimpin jalannya persembahyangan dengan penuh kekhusyukan.
Manggala/Prajuru serta Krama Desa Adat dari kedua wilayah yang bahu-membahu menyukseskan acara.
Mengingat banyaknya massa yang mengikuti prosesi di jalan raya, tim pengamanan bekerja ekstra keras untuk mengatur arus lalu lintas dan ketertiban. Kekuatan pengamanan terdiri dari:
– Babinsa Pejarakan (Sertu I Wayan Satriasa)
– Bhabinkamtibmas Desa Pejarakan
– 15 Personel Pecalang Desa Adat
Sertu I Wayan Satriasa menjelaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk pengabdian TNI dalam mendukung kegiatan keagamaan serta menjaga stabilitas keamanan di desa binaan.
“Kami hadir untuk memastikan krama dapat beribadah dengan tenang. Sinergi kami dengan Bhabinkamtibmas dan Pecalang adalah kunci agar prosesi berjalan tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ujar Sertu I Wayan Satriasa di sela-sela kegiatannya.
Hingga berita ini diturunkan, rangkaian ritual Mendak terpantau berjalan dengan sangat lancar. Iring-iringan krama yang membawa upakara (sarana upacara) dan simbol-simbol suci bergerak dengan tertib mengikuti arahan petugas keamanan.
Semangat gotong royong antara aparat keamanan dan masyarakat Desa Pejarakan serta Sumberkima ini menjadi potret nyata terjaganya toleransi dan kearifan lokal di Kabupaten Buleleng. Upacara Piodalan di Pura Dalem ini diharapkan membawa berkah keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh warga.
No comments yet.