Belu, NTT — Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad melalui Pos Nunura menerima penyerahan satu pucuk senjata api jenis Springfield dari warga setempat sebagai hasil pendekatan kemanusiaan yang berkelanjutan. Penyerahan tersebut berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2025, bertempat di Pos Nunura, Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu. Senjata diserahkan secara sukarela oleh seorang warga binaan Pos Nunura berinisial DMG (36 tahun) dan diterima langsung oleh Danpos Nunura Letda Arm David Partogi Sagala beserta personel pos.
Penyerahan senjata api ini berawal dari hubungan kedekatan yang telah terjalin lama antara Pos Nunura dengan warga binaannya melalui kegiatan komunikasi sosial, anjangsana, dan pembinaan teritorial. Pendekatan tersebut semakin diperkuat saat Danpos Nunura bersama personel menghadiri acara kedukaan keluarga DMG pada Minggu, 11 Januari 2025, sebagai wujud empati dan kepedulian kemanusiaan. Kehadiran prajurit TNI dalam suasana duka tanpa tindakan represif menumbuhkan rasa percaya dan keterbukaan dari pihak keluarga serta masyarakat sekitar.
Dalam perbincangan santai beberapa hari setelahnya, DMG menyampaikan bahwa keluarganya masih menyimpan senjata api peninggalan orang tuanya yang berasal dari rumah adat sejak masa konflik. Ia mengaku khawatir keberadaan senjata tersebut dapat membahayakan keluarga dan lingkungan. Menanggapi hal tersebut, Danpos Nunura memberikan pemahaman secara persuasif dan menghargai nilai adat yang melekat, hingga akhirnya pada Kamis, 15 Januari 2025, DMG secara sukarela menyerahkan senjata api jenis Springfield dalam kondisi tua, berkarat, dan tanpa amunisi untuk diamankan sesuai prosedur yang berlaku.
Danpos Nunura Letda Arm David Partogi Sagala menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari pendekatan humanis yang terus dibangun Satgas di wilayah binaan. “Kami tidak mengedepankan tekanan, tetapi membangun kepercayaan dan hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi, termasuk saat duka. Penyerahan senjata ini menunjukkan bahwa pendekatan kemanusiaan dan penghormatan terhadap adat mampu menciptakan rasa aman dan kesadaran bersama demi menjaga keamanan wilayah perbatasan,” ujarnya. Senjata tersebut selanjutnya diamankan sementara di Pos Nunura dan dilaporkan secara berjenjang untuk ditindaklanjuti sesuai perintah komando atas.
No comments yet.