Sukasada, 16 Januari 2026 – Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, S.H., didampingi istri, melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana banjir di Banjar Dinas Lalang Linggah, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Jumat (16/1/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam penanganan pasca bencana banjir di wilayah Desa Pancasari.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 12.30 hingga 13.25 WITA tersebut dihadiri sekitar 20 orang, antara lain Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng Komang Kappa Tri Aryandono, S.IP., MM, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra, S.T., M.M, Kepala Dinas PMD Kabupaten Buleleng Drs. Made Supartawan, MM, Anggota DPRD Kabupaten Buleleng wilayah Kecamatan Sukasada I Wayan Indrawan, Kalaksa BPBD Kabupaten Buleleng I Gede Suyasa, S.P., Kapolsek Sukasada Kompol I Wayan Sukarita, S.Sos, Perbekel Desa Pancasari I Wayan Komiarsa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Pancasari, para Klian Desa, serta warga setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan langsung ke lokasi terdampak banjir di Desa Pancasari. Wakil Bupati Buleleng bersama rombongan melihat secara langsung kondisi lahan, jalur irigasi, serta progres pekerjaan penanganan banjir yang sedang berjalan. Selanjutnya, rombongan melaksanakan peninjauan ke titik banjir kedua yang berada di sekitar kawasan Handara Golf & Resort, guna mengidentifikasi penyebab serta dampak banjir di lokasi tersebut.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Buleleng menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Buleleng sedang melaksanakan pembangunan saluran irigasi dengan dimensi 2 x 2 meter, yang sebelumnya hanya berukuran 1 x 1 meter, sebagai langkah konkret dalam upaya penanganan banjir di Desa Pancasari. Dijelaskan pula bahwa banjir terjadi karena lokasi tersebut merupakan titik pertemuan aliran air dari tiga sumber, sehingga debit air yang masuk cukup besar dan membutuhkan kapasitas saluran yang lebih memadai.
Lebih lanjut disampaikan, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah merancang pelebaran saluran air sebagai solusi jangka menengah dan panjang. Namun demikian, pelaksanaan pekerjaan dimulai dari bagian hilir, sehingga dampak di wilayah hulu masih dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, Wakil Bupati menekankan pentingnya penyampaian informasi yang utuh dan benar kepada masyarakat, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman terkait upaya penanganan yang sedang dilakukan pemerintah.
Wakil Bupati juga menegaskan bahwa Desa Pancasari merupakan desa wisata, serta lokasi terdampak banjir berada pada ruas jalan provinsi, sehingga harus dipastikan tetap aman, layak, dan mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada warga yang secara sukarela telah menghibahkan sebagian lahannya untuk digunakan sebagai jalur saluran air tanpa kompensasi, demi kepentingan umum.
Terkait adanya permasalahan dengan salah satu warga yang memiliki usaha glamping di sekitar lokasi, Pemerintah Kabupaten Buleleng akan menempuh pendekatan dialog untuk mencari solusi terbaik sehingga penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Buleleng menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dan kolaborasi lintas instansi untuk mengeliminir serta menurunkan debit air secepat mungkin saat terjadi banjir. Desain saluran pembuangan air telah direncanakan mengarah ke danau sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir terpadu. Penanganan akan dilanjutkan melalui Tahap II pembangunan saluran irigasi yang bersumber dari APBD Kabupaten Buleleng dengan nilai anggaran sekitar Rp1,5 miliar, dan ditargetkan selesai pada Ta
No comments yet.