Rote Ndao – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Rote Ndao terus digencarkan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk aparat TNI. Pada Selasa (09/09/2025) pukul 12.30 WITA, Babinsa Koramil 1627-03/Batutua, Serka Armindo Da Silva, menghadiri kegiatan Minilokarya Tahap II Tingkat Kecamatan Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Aula Kantor Camat Rote Barat Daya. Kehadiran Babinsa tersebut sekaligus mewakili Danramil 1627-03/Batutua.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komunikasi sosial (komsos) Babinsa dengan aparat pemerintah kecamatan serta unsur terkait, khususnya dalam program bersama menurunkan angka stunting. Isu stunting masih menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat dampaknya yang sangat besar terhadap kualitas generasi mendatang.
Dalam forum tersebut, Babinsa Serka Armindo Da Silva menyampaikan pesan penting kepada para kepala desa yang hadir agar lebih proaktif dalam menggerakkan warganya untuk rutin mengikuti kegiatan posyandu, terutama pada momen timbang dan ukur balita. Dari data yang dipaparkan, terdapat total 2.315 anak yang menjadi sasaran pengukuran, namun baru 2.221 anak yang terukur. Sementara itu, 319 anak tercatat belum mengikuti pengukuran di posyandu.
“Peran kepala desa sangat vital dalam menggerakkan masyarakat agar tidak abai membawa anaknya ke posyandu. Jika anak tidak rutin ditimbang dan diukur, kita akan kesulitan mendeteksi potensi stunting sejak dini,” ujar Serka Armindo dalam penyampaiannya.
Kegiatan minilokarya ini menghadirkan pemateri dari Dinas Kesehatan Daerah yang secara khusus membahas strategi dan program nyata dalam menurunkan angka stunting. Turut hadir Camat Rote Barat Daya, perwakilan Kapolsek Rote Barat Daya yakni Aipda Niko Dami, serta sembilan kepala desa yang wilayahnya terlibat dalam pembahasan penanganan stunting.
Camat Rote Barat Daya dalam sambutannya menegaskan bahwa stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan dukungan lintas sektor. Menurutnya, kehadiran Babinsa dan aparat keamanan menunjukkan bahwa penanganan stunting merupakan program prioritas yang memerlukan kebersamaan seluruh elemen.
Perwakilan dari Dinas Kesehatan Daerah menjelaskan lebih lanjut bahwa upaya percepatan penurunan stunting mencakup tiga hal utama, yakni pencegahan sejak dini, peningkatan kesadaran orang tua, serta penguatan peran posyandu sebagai garda terdepan pemantauan tumbuh kembang anak.
Babinsa Koramil 1627-03/Batutua menambahkan bahwa TNI akan selalu mendukung program pemerintah, termasuk dalam hal kesehatan masyarakat. “Kami siap bersinergi bersama pemerintah daerah, kecamatan, hingga desa untuk memastikan anak-anak di Rote Barat Daya tumbuh sehat dan terhindar dari stunting. Karena anak-anak inilah yang kelak menjadi generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Kegiatan komsos dalam rangka minilokarya tersebut berjalan dengan lancar dan aman hingga selesai. Seluruh pihak yang hadir berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi, memperkuat peran kader posyandu, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat demi mewujudkan Rote Ndao yang bebas stunting di masa mendatang.
No comments yet.