Banyupoh, Buleleng – Suasana sakral dan khidmat menyelimuti kawasan Pura Pabean di Banjar Dinas Banyupoh, Desa Banyupoh, pada hari Selasa, 9 Oktober 2025. Pura yang dikenal sebagai tempat pemujaan bagi para nelayan dan pedagang antarpulau ini sedang melaksanakan Upacara Mapepade dan Piodalan Pura Pabean, bagian penting dari rangkaian besar Piodalan Pura Agung Pulaki Lan Pesanakan Ida yang jatuh pada Purnamaning Sasih Kapat.
Di tengah keramaian umat Hindu yang berbondong-bondong datang untuk melaksanakan persembahyangan, peran aktif aparat keamanan menjadi sorotan. Serma Putu Sudiarsana, Babinsa Desa Banyupoh, tampak sigap melaksanakan tugasnya dalam kegiatan Wastor (pengawasan dan monitor) serta pengamanan. Kehadiran Babinsa ini menunjukkan sinergi yang kuat antara aparat teritorial dengan masyarakat adat dalam menjaga kelancaran ritual keagamaan.
Sejak pukul 09.00 Wita, Serma Putu Sudiarsana telah berada di lokasi, tidak hanya mengawasi jalannya persembahyangan, tetapi juga fokus pada penertiban lingkungan sekitar pura yang padat oleh pemedek (umat yang bersembahyang) dan kendaraan.
Salah satu fokus utama pengamanan adalah pengaturan arus lalu lintas dan parkir. Dalam momentum keramaian ini, Babinsa aktif memberikan imbauan kepada para juru parkir. “Kami meminta juru parkir untuk mengatur jarak antar kendaraan dengan tertib dan mengarahkan parkiran di tempat yang aman,” ujar Serma Putu Sudiarsana. Imbauan ini sangat krusial untuk mencegah kemacetan, menjaga ketertiban, dan yang paling penting, meminimalisir risiko kehilangan atau gangguan keamanan kendaraan pemedek.
Upacara Mapepade sendiri merupakan ritual penting dalam rangkaian piodalan atau pujawali di Bali. Secara umum, Mapepade adalah ritual penyucian atau pembersihan hewan yang akan digunakan sebagai sarana upacara pecaruan (persembahan kurban suci) yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam semesta (sekala dan niskala). Dilaksanakannya ritual ini di Pura Pabean menandakan fase penting dalam persiapan puncak piodalan, memperkuat makna spiritual bagi seluruh pemedek yang hadir.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah pemedek yang melaksanakan persembahyangan di Pura Pabean masih terpantau ramai. Berkat koordinasi yang baik dan kesigapan Babinsa Serma Putu Sudiarsana bersama elemen pengamanan lainnya, seluruh rangkaian kegiatan keagamaan dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan dalam keadaan aman.
Kesuksesan pengamanan ini menjadi cerminan dari semangat Ngayah (pengabdian)yang diemban oleh aparat di wilayah, memastikan setiap kegiatan sakral di desa dapat berlangsung tanpa hambatan. Kehadiran Babinsa Serma Putu Sudiarsana di tengah masyarakat adalah representasi nyata dari TNI yang selalu hadir dan menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap kegiatan masyarakat.
No comments yet.