Kota Bima_ Rabu, 3 September 2025, massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bima melaksanakan unjuk rasa di Kantor DPRD Kota Bima. Aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan berbagai tuntutan terkait permasalahan sosial, politik, dan ekonomi yang sedang melanda masyarakat.
Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Afdhol, bersama humas Fariasyah, memimpin jalannya demonstrasi yang berlangsung tertib. Mereka menyuarakan beberapa tuntutan utama seperti penolakan kenaikan pajak PPN 12%, penghapusan kenaikan pajak terhadap rakyat miskin, penolakan Inpres No. 1 Tahun 2025, serta desakan agar DPRD Kota dan Kabupaten merekomendasikan penolakan kenaikan tunjangan DPR RI. Selain itu, tuntutan juga meliputi pelaksanaan 8 standarisasi pendidikan nasional, perlindungan petani, penyelesaian kasus malpraktek kesehatan, pemberantasan mafia gas elpiji, hingga reformasi Kapolri.
Pengamanan ketat dilakukan oleh anggota Koramil 1608-01/Rasanae Dpp dan anggota kepolisian. Danramil 01/Rasanae, Lettu Inf Bambang Irawan, mengatakan, “Kami hadir untuk memastikan agar aksi berjalan dengan tertib, lancar, dan aman. Kami menghargai hak warga untuk menyampaikan aspirasi namun juga menjaga ketertiban umum.” Hadir juga Dandim 1608/Bima Letkol Inf. Andi Lulianto, Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, serta anggota Kodim yang mendukung kelancaran aksi.
Mediasi yang dilakukan di lokasi unjuk rasa membuahkan hasil positif. Unsur pimpinan DPRD Kota Bima menerima tuntutan masa aksi dengan didampingi Kapolres dan Danramil. Kesepakatan tersebut menandai berakhirnya demonstrasi dengan kondisi aman dan tertib tanpa insiden berarti. Para pengunjuk rasa menyatakan puas dengan respons yang diberikan dan berjanji akan terus mengawal aspirasi mereka ke depan.
Kegiatan pengamanan dan mediasi ini menjadi contoh sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat sehingga demokrasi berjalan dengan baik. “Komitmen kami adalah menjaga rasa aman dan menjaga hak setiap warga untuk didengar, agar aspirasi masyarakat dapat tersalurkan dengan baik,” tutup Lettu Inf Bambang Irawan
No comments yet.