NTT-Kefamenanu., Dalam semangat membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter dan berjiwa nasionalis, Dandim 1618/TTU Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., memberikan materi Wawasan Kebangsaan pada Pelatihan Dasar Kader Beta Timor Tahap II., yang berlangsung pada Selasa, 5 Agustus 2025, bertempat di Markas Ormas Beta Timor, Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta kader dari seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten TTU.
Dalam penyampaiannya, Dandim 1618/TTU menekankan bahwa wawasan kebangsaan bukanlah sekadar hafalan tentang ideologi, tetapi menjadi fondasi moral dan kompas arah dalam setiap tindakan. Ia menyampaikan bahwa kader Ormas Beta Timor harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dengan membentuk karakter yang solid, militan, setia, handal, dan kompetitif. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia yang kuat secara mental dan loyal terhadap tanah air menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya di Kabupaten TTU.
“Saya harap para kader Beta Timor tidak hanya menjadi pelengkap struktur organisasi, tapi harus tampil sebagai penggerak perubahan. Jadilah organisasi Masyarakat yang tidak hanya mencintai tanah kelahiran, tapi juga siap menjaga dan membangunnya. Karakter yang solid dan militan harus hadir bukan untuk bersaing secara negatif, tapi untuk menjawab tantangan pembangunan di wilayah kita,” tegas Letkol Arm Didit Prasetyo P., di hadapan seluruh peserta.
Kegiatan pelatihan ini turut menghadirkan ruang interaktif dalam bentuk diskusi terbuka, di mana beberapa perwakilan kader dari berbagai kecamatan menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai peran strategis pemuda dalam menjaga keutuhan wilayah serta mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan. Diskusi berlangsung dinamis, mencerminkan antusiasme dan kesadaran kader akan tanggung jawab sosial mereka.
Menutup sesi, Dandim 1618/TTU., menyampaikan harapan besar kepada seluruh peserta agar nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sebagai teori, namun diimplementasikan langsung di tengah masyarakat. “Beta Timor harus menjadi simbol kekuatan moral, menjadi perekat dan pelindung di tengah masyarakat. Militan itu bukan keras, tapi kuat dalam pendirian, setia pada bangsa, dan pantang menyerah dalam membela kebenaran. Jadilah pemuda yang mampu memberi dampak positif untuk TTU dan Indonesia dari Timur,” pungkas Dandim dengan penuh semangat.
(PENDIM 1618/TTU)
No comments yet.