Persadaindo.com – Bali Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi pada 29 Maret 2025 dan Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 31 Maret 2025, Pelabuhan Gilimanuk di Bali bersiap menghadapi lonjakan arus mudik. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 27-28 Maret 2025, bertepatan dengan periode menjelang Nyepi.
Untuk mengantisipasi kepadatan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang telah menyiapkan langkah-langkah strategis. General Manager PT ASDP Ketapang, Yani Andriyanto, mengungkapkan bahwa faktor Nyepi meningkatkan jumlah pemudik, dan pihaknya memprediksi puncak arus mudik pada 27 atau 28 Maret. Selain itu, ASDP Ketapang memprediksi kenaikan penumpang dari Pelabuhan Ketapang akan naik 10 persen, sedangkan dari Gilimanuk peningkatan mencapai 14 persen dari tahun lalu.
Selain itu, Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang akan ditutup total selama 24 jam pada 29 Maret 2025, bertepatan dengan Hari Suci Nyepi. Penutupan ini dimulai pukul 06.00 WITA pada 29 Maret dan akan dibuka kembali pada 30 Maret pukul 06.00 WITA. Penutupan ini berpotensi mempengaruhi puncak arus mudik Lebaran 2025.
Untuk menghindari penumpukan, pemudik disarankan menyeberang lebih awal sebelum tanggal 29 Maret atau setelah Nyepi pada 30 Maret. ASDP juga mengimbau masyarakat untuk membeli tiket ferry melalui platform Ferizy minimal 60 hari sebelum keberangkatan untuk memastikan ketersediaan tiket dan menghindari antrean panjang di pelabuhan.
Dengan langkah antisipatif ini, diharapkan arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk dapat berjalan lancar meskipun bertepatan dengan perayaan Nyepi dan Lebaran.
Rossa
No comments yet.