KODIM 1605/BELU, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto,S.E.,M.Si menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI di seluruh wilayah Indonesia, atas pelaksanaan tugas dan pengabdiannya selama ini.
Hal itu disampaikan Panglima TNI dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Staf Kodim 1605/Belu Mayor Kav Yatman saat memimpin upacara 17an bulan Oktober yang berlangsung di Lapangan Apel Makodim 1605/Belu, Kabupaten Belu NTT, Jumat (17/10/2025).
Dalam amanatnya Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan, TNI baru saja merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-80. Delapan dekade pengabdian adalah sebuah pencapaian yang tak ternilai. Usia 80 tahun adalah usia kematangan, menandakan sebuah institusi yang telah teruji oleh berbagai gelombang sejarah, namun tetap berdiri tegak dan semakin kokoh.
“Kita patut berbangga, namun kebanggaan ini harus diterjemahkan menjadi tanggung jawab yang lebih besar. HUT ke-80 harus menjadi penanda bahwa TNI bukan hanya kuat secara alutsista, tetapi juga kuat secara ideologi, karakter, dan mentalitas” ucap Panglima TNI.
Disampaikan bahwa tema peringatan tahun ini adalah, “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju,” yang merupakan tugas bagi TNI untuk terus meningkatkan kemampuan sebagai institusi yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif (Prima), yang kekuatannya bersumber dari rakyat, dan bertujuan untuk memajukan Indonesia.
Oleh karena itu, Panglima TNI menegaskan kembali, tugas TNI adalah menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setiap prajurit TNI, dari Tamtama hingga Perwira Tinggi adalah penjaga kedaulatan di setiap jengkal wilayah NKRI, baik itu di perbatasan darat, di lautan, dan di langit Nusantara yang membentang.
“Pastikan selalu bendera Merah Putih berkibar tegak di wilayah tugas kalian, dan pastikan tidak ada sejengkal pun tanah air yang digoyahkan oleh kepentingan pihak lain yang bertentangan dengan Pancasila” tegas Panglima TNI.
Panglima TNI juga menyampaikan bahwa ketakutan TNI yang sesungguhnya bukan terletak pada jumlah senjata saja, melainkan pada kuatnya soliditas dan kekompakan. TNI harus menghilangkan segala bentuk ego sektoral dan jiwa korsa yang sempit antar-matra. TNI adalah satu.
TNI Angkatan Darat adalah tulang punggung pertahanan darat. TNI Angkatan Laut adalah penjaga kedaulatan dan keamanan maritim. TNI Angkatan Udara adalah perisai pertahanan langit nusantara. Ketiga matra ini harus bekerja dalam sinergi. Tidak ada istilah “milikku” atau “milikmu” dalam operasi pertahanan. Yang ada adalah kepentingan Bangsa dan Negara.
“Tunjukkan kepada dunia dan kepada rakyat bahwa TNI adalah institusi yang tegak, utuh, dan tidak dapat dipecah belah. Kekompakan TNI adalah jaminan stabilitas nasional sebagai Perisai Trisula Nusantara” tutup Panglima TNI dalam amanatnya itu.
No comments yet.