Sumbawa Barat, NTB — Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumbawa Barat menggelar Rapat Deteksi dan Antisipasi Dini terhadap Potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) di Aula Kantor Kesbangpol, Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kamis (06/11/2025).
Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Badan Kesbangpol Sumbawa Barat, Saifullah S.Ip, dihadiri sekitar 20 peserta dari berbagai unsur Forkopimda dan instansi terkait, termasuk Danunit Intel Kodim 1628/Sumbawa Barat Letda Inf Dompu Wijaya, Kasat Intel Polres Sumbawa Barat Iptu Lalu Ahmad Ma’sum S.H, serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri, Camat se-Kabupaten Sumbawa Barat, dan unsur keamanan lainnya.
Dalam sambutannya, Kaban Kesbangpol Saifullah S.Ip menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan, terutama menjelang kegiatan Rapat Akbar Pembentukan PPS yang akan digelar pada 10 November mendatang.
“Forum kewaspadaan dini ini bukan hanya tanggung jawab Kesbangpol, tetapi tanggung jawab kita semua untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Intel Polres Sumbawa Barat Iptu Lalu Ahmad Ma’sum S.H menyoroti perlunya kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya aksi massa yang tidak diinginkan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk mengantisipasi potensi gangguan dan memastikan situasi KSB tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Danunit Intel Kodim 1628/Sumbawa Barat Letda Inf Dompu Wijaya yang menegaskan komitmen TNI dalam mendukung langkah-langkah pengamanan di lapangan.
“Kami siap membantu pihak kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan akan terus melakukan koordinasi jika muncul perkembangan situasi di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, Jaksa Fungsional Kejari Sumbawa Barat, Nadya Karunia Norma Yunita, S.H., juga mengingatkan bahwa momentum Rapat Akbar bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November, sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra terhadap potensi provokasi.
Dalam sesi diskusi, perwakilan dari Kecamatan Taliwang dan unsur Bin daerah juga menyampaikan pentingnya komunikasi aktif serta informasi cepat apabila muncul potensi kerawanan di masyarakat. Informasi sementara menyebutkan, kegiatan Rapat Akbar PPS diperkirakan akan dihadiri sekitar 5.000 peserta, sehingga perlu antisipasi bersama seluruh pihak.
Rapat yang berlangsung hingga pukul 11.00 WITA tersebut berjalan dengan aman dan lancar, menghasilkan beberapa rekomendasi strategis antara lain peningkatan koordinasi lintas instansi, kesiapsiagaan aparat keamanan, serta penyusunan langkah-langkah preventif menghadapi situasi menjelang Rapat Akbar PPS.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Forum Kewaspadaan Dini Daerah (FKDD) yang efektif, guna menciptakan kondisi daerah yang aman, tenteram, dan kondusif.
(Pendim 1628/KSB).
No comments yet.