Jembrana, 29 Oktober 2025 – Upaya proaktif untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari ancaman bullying serta kriminalitas terus digalakkan di Kabupaten Jembrana.
Hari ini, Komunikasi Sosial (Komsos) yang intensif dilakukan oleh Babinsa Desa Pergung, Sertu I Made Budi Ardita, menunjukkan komitmen TNI dalam mengemban fungsi preventif dan pembinaan teritorial di wilayah pedesaan.
Bertempat di SD Negeri 2 Banjar Petapan Kaje, Desa Pergung, Sertu I Made Budi Ardita berdialog langsung dengan Kepala Sekolah, Ibu Ni Luh Darmawati, S.Pd., membahas langkah-langkah strategis untuk mewujudkan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di lingkungan sekolah.
Fokus Utama: Pencegahan Bullying dan Pengawasan Ekstra
Mengambil pelajaran dari beberapa insiden yang terjadi di sekolah-sekolah lain di Kecamatan Mendoyo, Babinsa Pergung secara khusus memberikan himbauan mengenai pencegahan bullying di kalangan siswa.
“Kami berharap para Dewan Guru lebih teliti dan memberikan perhatian khusus kepada siswa dan siswi yang mempunyai tingkat agresifitas lebih, baik pada jam belajar mengajar, maupun pada saat istirahat,” ujar Sertu Budi Ardita. “Langkah ini krusial untuk mencegah terjadinya bullying terhadap sesama siswa, memastikan semua anak merasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah.”
Menariknya, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Pergung, Ibu Ni Luh Darmawati, mengungkapkan bahwa sekolahnya telah memiliki sistem pengawasan internal yang efektif.
“Astungkara, di sekolah kami belum pernah terjadi [bullying]. Kami di masing-masing kelas membentuk Polisi Cilik dan Tentara Cilik,” ungkap Ibu Darmawati dengan bangga.
Kelompok siswa-siswi yang ditunjuk sebagai ‘Polisi Cilik’ dan ‘Tentara Cilik’ ini berperan aktif melaporkan setiap kejadian, peristiwa, atau aktivitas mencurigakan di luar jam belajar.
Dengan mekanisme ini, pihak sekolah dapat segera menindaklanjuti dan menjajagi apabila ada siswa yang mulai menunjukkan perilaku nakal, sehingga meminimalkan potensi konflik dan ancaman bullying.
Mengamankan Aset Sekolah: Himbauan Pemasangan CCTV
Selain isu bullying, perhatian juga difokuskan pada pengamanan barang inventaris sekolah, menyusul kasus pencurian yang sempat terjadi di SD lain di Kecamatan Mendoyo.
Sertu Budi Ardita menyarankan agar barang-barang berharga, seperti laptop, komputer, printer, surat penting, hingga uang tunai, tidak ditinggalkan di sekolah atau diamankan di tempat tertentu yang sulit dijangkau pelaku kejahatan.
Sebagai langkah preventif dan represif, Babinsa menyarankan agar pihak sekolah mempertimbangkan pemasangan CCTV pada tempat-tempat yang dianggap rawan.
“Pemasangan CCTV dapat sangat membantu upaya pengungkapan kasus apabila terjadi sebuah peristiwa atau insiden yang menonjol di sekolah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk keamanan,” tegasnya.
Menanggapi himbauan tersebut, Kepala Sekolah Ibu Ni Luh Darmawati menyambut baik dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pihak keamanan. “Kami sangat senang mendapat perhatian dari pihak keamanan. Kami akan segera menindaklanjuti himbauan tersebut dan segera akan memasang CCTV di tempat yang nantinya bisa menjangkau seluruhnya,” tutupnya.
Kegiatan Komsos yang berlangsung tertib, aman, dan lancar ini menjadi contoh nyata sinergi positif antara aparat keamanan di tingkat desa dengan institusi pendidikan, demi menjamin generasi penerus bangsa dapat belajar dalam suasana yang terlindungi dari segala bentuk ancaman.
No comments yet.