Dompu,NTB – Operasi Gabungan (Opgab) Patuh Rinjani–Zebra digelar pada Jumat, 21 November 2025, di wilayah Karijawa, Kabupaten Dompu. Operasi yang dipimpin oleh IPTU Komang Wahyu, SH ini melibatkan 40 personel dari berbagai instansi dan bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.
Unsur TNI, khususnya dari Provos Kodim 1614/Dompu, menjadi bagian penting dalam gelaran operasi ini. Dua personel TNI, yakni Kopda Kamaludin dan Koptu Abdulsyukur, diterjunkan langsung untuk membantu proses penertiban. Kehadiran mereka tidak hanya memperkuat sisi pengamanan, tetapi juga memastikan jalannya operasi berlangsung disiplin, tertib, dan sesuai prosedur. Keterlibatan Provos Kodim 1614/Dompu sekaligus menegaskan komitmen TNI dalam mendukung terciptanya keamanan dan keselamatan berlalu lintas di Dompu.
Selain unsur TNI, dua anggota Brimob yang dipimpin Iwan Setiawan juga diterjunkan untuk memperkuat pelaksanaan operasi. Dari Dinas Perhubungan hadir 10 personel di bawah pimpinan Syahrudin, SH, serta 10 petugas Samsat Dompu dipimpin Faruk, SE. Satu petugas Jasa Raharja turut serta untuk memberikan dukungan administratif dan sosialisasi terkait perlindungan kecelakaan lalu lintas.
Operasi dilakukan di dua lokasi utama, yaitu depan gerai Oppo Karijawa dan depan Pemakaman Rade Sala, yang menjadi titik rawan pelanggaran lalu lintas. Petugas gabungan melakukan pemeriksaan detail terhadap setiap kendaraan yang melintas, mulai dari kelengkapan surat, kondisi fisik kendaraan, hingga kepatuhan pengendara terhadap aturan keselamatan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menindak 15 unit sepeda motor dan 3 unit mobil yang terbukti melanggar aturan. Seluruh barang bukti pelanggaran telah diamankan di Mapolres Dompu untuk proses lebih lanjut. Penindakan dilakukan secara profesional dengan dukungan penuh dari unsur TNI dan Provos yang membantu memastikan situasi tetap kondusif selama operasi berlangsung.
Pelanggaran yang ditemukan meliputi STNK yang belum diperpanjang, SIM tidak aktif, kendaraan tanpa plat nomor, spion tidak lengkap, penggunaan helm yang tidak sesuai standar, hingga knalpot tidak sesuai spesifikasi. Melalui operasi gabungan ini, aparat berharap kesadaran masyarakat Dompu terhadap keselamatan berkendara semakin meningkat, serta sinergitas TNI–Polri bersama instansi terkait dapat terus terjaga demi terciptanya ketertiban berlalu lintas di wilayah setempat.
(Pendim1614/Dompu)
No comments yet.