NTT-SIKKA. Babinsa Koramil 1603-04/Kewapante Kodim 1603/Sikka, Serma La Ngkawea, menghadiri Musyawarah Desa (Musdes) Khusus Rembug Stunting Tahun 2025 yang digelar di aula Kantor Desa Iantena Kec. Kewapante, Kab. Sikka. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas dan merumuskan solusi atas permasalahan stunting di wilayah Kecamatan Kewapante, Senin(22/09/2025).
Musdes ini dihadiri oleh berbagai pihak yang terlibat dalam upaya penanggulangan stunting, antara lain Camat Kewapante, Kepala Desa Iantena, Ketua BPD, serta perangkat desa lainnya, termasuk para kader kesehatan dan tokoh masyarakat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh Kepala Dusun, RT/RW, serta perwakilan Kader Posyandu, KPM, dan TKD Desa Iantena.
Dalam sambutannya, Ketua BPD Desa Iantena membuka secara resmi Musdes Khusus ini, diikuti oleh sambutan dari Kepala Desa Iantena dan Camat Kewapante yang memberikan dukungan penuh terhadap program-program yang akan dijalankan untuk mengatasi masalah stunting di desa.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Serma La Ngkawea, menyampaikan arahan terkait peran aktif TNI dalam mendukung kegiatan ini. Serma La Ngkawea menegaskan pentingnya kerja sama antara aparat desa, masyarakat, dan pihak-pihak terkait dalam penanggulangan stunting.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam memantau dan mengurangi angka stunting, khususnya dengan memperhatikan kesehatan ibu hamil dan anak-anak di bawah lima tahun.
“Sebagai bagian dari upaya pencegahan, kami, TNI, siap memberikan dukungan penuh dalam mengedukasi masyarakat serta memfasilitasi pelaksanaan program-program yang mendukung kesehatan anak-anak dan ibu,” ungkap Babinsa Serma La Ngkawea.
Musdes ini juga menghadirkan arahan teknis dari PD Desa Iantena mengenai langkah-langkah konkret yang perlu dilakukan dalam mendukung program pencegahan stunting. Salah satu topik utama yang dibahas adalah capaian hasil PMT (Program Makanan Tambahan) yang telah dilaksanakan selama tahun anggaran 2025 dan evaluasi pelaksanaannya.
Selain itu, Musdes juga diwarnai dengan sesi diskusi dan dialog antara peserta mengenai langkah-langkah yang perlu diambil secara bersama-sama untuk mengurangi angka stunting di Desa Iantena.
Acara ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama dalam melaksanakan hasil kesepakatan. Semua pihak sepakat untuk bekerja kera dan s dan berkolaborasi dalam menanggulangi stunting guna menciptakan generasi yang lebih sehat di Desa Iantena.
Musdes Khusus Rembug Stunting ini berjalan dengan tertib, lancar, dan aman, dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesehatan anak-anak di Desa Iantena.
(PENDIM 1603/SIKKA)
No comments yet.