Persadaindo.com – Reok – Semangat Paskah di Desa Bajak, Kecamatan Reok, pada Rabu (16/4), terasa istimewa. Anggota Koramil 1612-03/Reok, Serda Rano dan Pratu Risno Sempo, tak hanya menjaga keamanan, tapi juga turut menyambut hangat kedatangan 86 mahasiswa STKIP Santa Paulus Ruteng di STASI Nggorang.
“Kami datang bukan hanya sebagai aparat, tapi sebagai saudara,” ujar Serda Rano dengan senyum tulus, menyambut uluran tangan para mahasiswa. “Kebersamaan ini adalah wujud indah dari Paskah.”
Kedatangan para mahasiswa disambut dengan ritual adat Manggarai yang kaya makna, kepok tuak manu. Babinsa Reok tak ketinggalan dalam momen sakral ini, larut dalam kehangatan tradisi bersama warga dan para calon pendidik.
“Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk belajar tentang budaya Manggarai,” ujar salah satu mahasiswa STKIP Santa Paulus Ruteng. “Kami merasa diterima dengan sangat baik.”
Kehadiran Babinsa dalam momen keagamaan dan budaya ini adalah cerminan komitmen TNI dalam membangun jembatan persaudaraan dengan masyarakat. Mereka hadir tanpa sekat, membaur dalam suka cita Paskah, memperkuat nilai-nilai kebhinekaan yang menjadi kekayaan bangsa.
Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan ini bukan hanya tentang menjaga ketertiban. Ini adalah tentang membangun rasa memiliki, mempererat tali silaturahmi, dan merayakan keberagaman dalam semangat Paskah.
Kisah dari Desa Bajak ini adalah oase kebersamaan. TNI dan mahasiswa bergandengan tangan dengan masyarakat, merayakan Paskah dalam balutan tradisi. Ini adalah potret indah harmoni, di mana perbedaan menjadi kekayaan dan kebersamaan adalah kekuatan.
No comments yet.