BULELENG – Suasana khidmat menyelimuti pesisir Pantai Perapat Agung, Banjar Dinas Tegal Bunder, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak pada Kamis pagi (15/01/2026). Di bawah langit Buleleng yang cerah, sebuah tonggak sejarah baru berdiri tegak: Monumen KRI Nanggala 402.
Danramil 1609-08/Gerokgak, Kapten Inf Made Sudiarcana, didampingi Babinsa Sumberklampok Serma I Putu Widiada, hadir langsung dalam upacara peresmian dan penandatanganan prasasti monumen yang dibangun untuk menghormati 53 prajurit yang gugur dalam tugas (On Eternal Patrol) di Selat Bali beberapa tahun silam.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dihadiri oleh jajaran petinggi TNI AL dan pemerintahan, di antaranya:
– Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK), Anggota DPD RI selaku penggagas monumen.
– Laksma Muda Iwan Kusuma, Dankopsal (Komandan Komando Operasi Kapal Selam).
– Kolonel Laut Cokorda Pamayun, Danlanal Denpasar.
– Hariyadi Pribadi, Asisten I Setda Buleleng (mewakili Bupati Buleleng).
– Unsur Muspika Kecamatan Gerokgak, termasuk Kapolsek Gerokgak Kompol Dalawi SH, serta tokoh adat dan kepala Balai TNBB.
Dalam sambutan Bupati Buleleng yang dibacakan oleh Asisten I, Hariyadi Pribadi, ditekankan bahwa monumen ini bukan sekadar bangunan fisik.
“KRI Nanggala 402 adalah simbol pengabdian tanpa batas. Monumen yang dibangun di lokasi strategis dekat Pura Segara Rupek ini akan menjadi literasi kebangsaan bagi generasi muda agar selalu mengingat jasa para pahlawan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Dankopsal Laksma Muda Iwan Kusuma menyampaikan apresiasi mendalam atas gagasan pembangunan monumen ini. Beliau menegaskan bahwa peresmian yang bertepatan dengan Hari Samudra ini menjadi sumber keteladanan bagi seluruh komponen bangsa untuk menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Momen paling menggugah hadir saat Dr. Arya Wedakarna (AWK) memberikan sambutan kehormatan. Beliau menyoroti sisi spiritual pemilihan lokasi di Gerokgak yang berhadapan langsung dengan Selat Bali.
“Indonesia adalah negara dengan ketahanan kelautan terbaik. Selat Bali ini bukan selat biasa; ini adalah selat gaib yang sangat sakral dalam catatan sejarah. Kami meyakini bahwa peristiwa KRI Nanggala 402 adalah kehendak Tuhan,” ungkap AWK.
Ia menambahkan bahwa posisi prasasti yang menghadap ke Selat Bali dan Jawa Dwipa secara simbolis menyatukan energi spiritual Bali Dwipa untuk menjaga arwah para pahlawan anumerta yang namanya terukir abadi di monumen tersebut.
Puncak acara ditandai dengan:
– Penandatanganan Prasasti oleh AWK dan jajaran petinggi TNI AL.
– Penyerahan Klakat sebagai simbol penghormatan adat.
– Pemotongan Tumpeng sebagai wujud syukur atas tuntasnya pembangunan monumen.
– Sesi Foto Bersama di depan monumen yang megah.
Ditemui di sela-sela acara, Danramil 1609-08/Gerokgak Kapten Inf Made Sudiarcana menyatakan kebanggaannya atas berdirinya monumen ini di wilayah teritorialnya.
“Kami dari Koramil Gerokgak berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kelestarian monumen ini bersama masyarakat. Ini adalah kehormatan bagi Desa Sumberklampok menjadi tempat bersemayamnya memori para patriot bangsa,” tegas Danramil.
Kegiatan berakhir pada pukul 11.30 WITA dalam keadaan aman dan tertib. Kini, Monumen KRI Nanggala 402 berdiri kokoh di tepian Gerokgak, menatap laut lepas, menjaga memori mereka yang tak pernah kembali ke dermaga, namun selalu ada di hati rakyat Indonesia.
No comments yet.