Manggarai, 10 Juli 2025 — Suasana penuh khidmat dan semangat tradisi menyelimuti halaman Rumah Gendang Ling, Desa Persiapan Golo Ling, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, pada Kamis (10/7), saat berlangsungnya hari kedua perayaan Adat Penti Caci. Kegiatan ini merupakan wujud syukur masyarakat atas hasil panen dan bentuk permohonan perlindungan serta keselamatan untuk tahun yang akan datang.
Kegiatan adat tahunan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan unsur pemerintah, termasuk Babinsa Koramil 1612-01/Ruteng, Sertu Momon Ardianto dan Kopda Sapriadi. Kehadiran aparat TNI ini mendapat sambutan hangat dari warga sebagai simbol dukungan terhadap pelestarian budaya leluhur Manggarai.
“Tradisi seperti Penti Caci bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi memiliki nilai sejarah, spiritual, dan sosial yang dalam. Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen TNI untuk selalu hadir bersama rakyat, termasuk dalam menjaga identitas budaya lokal,” ujar Sertu Momon Ardianto, Babinsa Koramil 1612-01/Ruteng, usai mengikuti prosesi adat.
Selain unsur TNI, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Golo Cador, Kepala Desa Persiapan Golo Ling, Romo Pastor Paroki Timung, Bhabinkamtibmas Kecamatan Wae Ri’i, para tua adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta tamu undangan dari wilayah Kecamatan Wae Ri’i dan Kota Ruteng.
Salah satu tokoh adat Desa Persiapan Golo Ling, Bapak Yohanes Jelamu, menyampaikan rasa bangganya atas dukungan berbagai pihak terhadap tradisi ini.
“Kami bersyukur karena anak muda sekarang mulai memahami pentingnya menjaga budaya. Apalagi dengan kehadiran aparat seperti Babinsa, ini menunjukkan bahwa adat dan negara berjalan seiring,” ujarnya.
Adat Penti Caci, yang diwarnai dengan ritual syukur dan pertunjukan bela diri tradisional Caci, merupakan salah satu tradisi sakral masyarakat Manggarai. Selain mempererat hubungan sosial, kegiatan ini juga mengajarkan nilai-nilai keberanian, solidaritas, dan penghormatan terhadap leluhur.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, masyarakat berharap Adat Penti Caci akan terus hidup dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
No comments yet.