Klungkung – Polres Klungkung menerima kunjungan dari Pakor Polwan Polda Bali dan Tim yang dipimpin oleh AKBP Sindar Sinaga, S.P., didampingi oleh KOMPOL Ni Nyoman Sri Utami, S.H., M.H., IPTU Ni Ketut Rusmiarni, dan IPTU Nyoman Triyadhi, S.H. Kehadiran tim diterima langsung oleh Kabag Ops Polres Klungkung, Kompol I Nyoman Budiasa, S.H., M.H., di aula Jalaga Dharma Pandapa Polres Klungkung, (4/7).
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh personel Polwan Polres Klungkung, Bhayangkari Cabang Klungkung, Persit Candra Kirana Klungkung, Dharma Wangsa Kabupaten Klungkung, GOW Klungkung (Gerakan Organisasi Wanita), WHDI (Wanita Hindu Dharma Indonesia), perwakilan PKK Kabupaten Klungkung, serta siswa-siswi dari SMA Negeri 1 Dawan.
Dalam sambutannya, Ketua Pakor Polwan Polda Bali, AKBP Sindar Sinaga, mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan serta apresiasi terhadap keterlibatan aktif Polwan Polres Klungkung dan seluruh elemen perempuan yang hadir. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional bertajuk “Rise and Speak” (Berani Bicara, Selamatkan Sesama).
Kampanye ini bertujuan untuk menumbuhkan keberanian dan solidaritas masyarakat, terutama perempuan dan kelompok rentan, dalam menyuarakan kebenaran serta mencegah berbagai bentuk kekerasan seksual, eksploitasi anak, hingga perdagangan orang. “Kita harus mampu melindungi yang rentan, dan kampanye ini menjadi langkah awal untuk mendorong kesadaran serta keberanian masyarakat,” ujar AKBP Sindar.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber yang menjelaskan secara rinci mengenai pentingnya pemahaman terhadap isu kekerasan terhadap anak dan perempuan di Bali. Dijelaskan pula tentang fungsi Direktorat PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) yang meliputi penyidikan, penanganan kasus, serta pelayanan dan perlindungan kepada korban, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Kegiatan dinjutkan dengan arahan khusus kepada para Polwan Polres Klungkung sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan, edukasi, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam isu-isu sensitif terkait perempuan dan anak.
No comments yet.