MANGGARAI – Udara Desa Satarloung, Dusun Ndong, Kecamatan Satar Mese, pada Kamis (2/10/2025), dipenuhi aroma panen dan tawa gembira. Di tengah hamparan ladang yang penuh dengan jagung siap petik, sebuah pemandangan sinergis tercipta: Sertu Fransiskus Dambur, Babinsa Koramil 1612-05/Satar Mese, ikut berbaur dengan warga, tangannya sigap memanen hasil bumi.
Kehadiran sosok berseragam loreng ini jauh dari kesan formal. Sertu Fransiskus tak hanya mengawasi, ia bekerja keras: memetik jagung, mengangkut tumpukan hasil panen, hingga larut dalam canda tawa bersama para petani. Momen kebersamaan ini menjadi penegasan lugas dari doktrin TNI Manunggal dengan Rakyat bahwa peran TNI melampaui keamanan, merangkul dukungan pada ketahanan pangan lokal.
Bagi Babinsa, momen turun ke ladang ini adalah investasi sosial yang tak ternilai. “Bagi kami, ikut panen bersama warga adalah cara sederhana untuk mempererat hubungan dengan masyarakat,” ungkap Sertu Fransiskus Dambur.
Ia menambahkan makna filosofis dari hasil panen tersebut: “Jagung ini bukan sekadar hasil pertanian, tapi juga simbol kerja keras dan harapan petani. TNI akan selalu ada mendukung upaya warga demi kesejahteraan bersama.”
Warga menyambut hangat dukungan langsung ini. Keikutsertaan Babinsa diyakini memberi motivasi tambahan yang menguatkan semangat para petani untuk terus giat menggarap lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian mereka.
Panen jagung di Satar Mese kali ini menjadi lebih dari sekadar ritual pertanian; ia adalah perwujudan nyata betapa eratnya sinergi antara TNI dan masyarakat. Di Manggarai, kolaborasi ini adalah modal sosial yang sangat penting pondasi kuat yang menjamin tidak hanya keamanan wilayah, tetapi juga kestabilan ekonomi dan ketahanan pangan rakyat.
No comments yet.