BULELENG — Musim panen adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para petani. Namun, di balik kegembiraan itu, ada upaya serius yang dilakukan untuk memastikan hasil panen optimal. Sinergi antara Babinsa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan, dan hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan kegiatan pengubinan padi di Subak Sumberkesambi, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.
Pada hari Selasa, 9 September 2025, pukul 09.30 WITA, Babinsa Sumberkima, Serka I Wayan Widiada, bersama PPL Pertanian Desa Sumberkima, turun langsung ke sawah untuk melaksanakan pengubinan padi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pendampingan kepada petani agar mereka bisa mengetahui perkiraan hasil panen secara akurat. Pengubinan adalah metode pengukuran sampel untuk memperkirakan produksi gabah atau beras per hektare.
Lahan milik petani Nengah Patra menjadi lokasi pengubinan kali ini. Lahan seluas 50 are (0,5 hektare) yang ditanami padi varietas Ciherang ini menarik perhatian karena terlihat tumbuh subur. Dengan sistem tanam tegel dan jarak tanam 20×20 cm, tanaman padi di lahan ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik.
Dalam proses pengubinan, tim mengambil sampel dari area yang telah ditentukan. Hasilnya, didapatkan data yang sangat menggembirakan:
Jumlah Rumpun: 140
Jumlah Anakan: 25
Berat Ubinan: 5,205 kg
Dari data-data ini, petugas PPL Pertanian memberikan analisis bahwa hasil panen yang dicapai oleh petani Nengah Patra tergolong sangat bagus. Kondisi ini menunjukkan keberhasilan petani dalam menerapkan teknik budidaya yang tepat, didukung oleh pendampingan intensif dari Babinsa dan PPL.
Serka I Wayan Widiada menyampaikan bahwa peran Babinsa tidak hanya sebatas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga ikut serta dalam mendukung program-program pemerintah, khususnya di bidang pertanian. “Kami mendampingi petani dari mulai tanam hingga panen, memastikan mereka mendapatkan bimbingan yang tepat. Sinergi dengan PPL sangat penting agar petani bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya,” ujar Serka Widiada.
Sementara itu, petugas PPL Pertanian menjelaskan bahwa pengubinan ini sangat bermanfaat. “Hasil dari pengubinan memberikan gambaran nyata tentang potensi hasil panen. Jika hasilnya bagus seperti ini, petani menjadi lebih semangat. Sebaliknya, jika hasilnya kurang optimal, kita bisa segera mencari tahu penyebabnya dan memberikan solusi,” jelasnya.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara TNI, melalui Babinsa, dan PPL, diharapkan ketahanan pangan di wilayah Buleleng akan terus terjaga. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan aparat dalam mendukung para petani sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.
No comments yet.