NTT – Sumba Timur. Mewakili Dandim 1601/Sumba Timur, Kepala Staf Kodim 1601/Sumba Timur Mayor Inf Sambudi mengikuti kegiatan video conference (vidcon) peninjauan dan evaluasi program pengairan pertanian yang digagas oleh TNI Angkatan Darat bekerja sama dengan Kementerian, Lembaga, BUMN, serta program swadaya satuan, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur dan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan Balai Besar dari Kementerian RI, Kasi Intel Kejaksaan, Kabid Dinas Pertanian, Pasi Ops Kodim 1601/Sumba Timur, Camat Kambera, Kapolsek Kota, Staf Kelurahan Mauliru, Babinsa Kelurahan Mauliru, anggota Polsek, kelompok tani, serta tokoh masyarakat dan agama.
Dalam arahannya, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari evaluasi program unggulan “TNI AD Manunggal Air”, yang menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kasad menjelaskan beberapa poin penting hasil peninjauan, di antaranya:
Sinergi lintas sektor: TNI AD mengerahkan personel dan sumber daya logistik untuk pembangunan serta normalisasi jaringan irigasi, sedangkan kementerian dan BUMN berperan dalam perencanaan teknis, pendanaan, serta penyediaan sarana produksi pertanian.
Peningkatan produktivitas: Contohnya sistem pipanisasi di Banyumas, Jawa Tengah, yang berhasil mengairi lahan kering saat musim kemarau sehingga petani tetap dapat bercocok tanam.
Dampak sosial ekonomi: Ketersediaan air berpengaruh langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani, menekan angka kemiskinan, dan memperbaiki sanitasi desa.
Skala nasional: TNI AD menargetkan pembangunan 11.000 titik pengairan untuk mengairi sekitar 500.000 hektare lahan pertanian.
Kasad juga menekankan bahwa peran Babinsa sangat vital dalam pelaksanaan di lapangan, sebagai motivator dan pendamping kelompok tani, memastikan proyek irigasi berjalan sesuai rencana, serta menjalin koordinasi aktif dengan masyarakat melalui program swadaya satuan.
Mayor Inf Sambudi menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara TNI AD dan pemerintah daerah, dalam rangka mendukung keberlanjutan program pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini menunjukkan bahwa kekuatan TNI tidak hanya untuk pertahanan, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian,” ungkapnya.
Dengan adanya program pengairan ini, diharapkan ketersediaan air untuk lahan pertanian di Sumba Timur semakin terjamin, sehingga mendukung peningkatan hasil produksi dan ketahanan pangan wilayah.
(Pendim 1601 ST)
No comments yet.